Selesainya ibadah puasa di bulan Ramadan masyarakat jawa membuat kupat. Arti kupat adalah (1) “NGAKU LEPAT”, maknanya mengaku salah yang menjadi tradisi unggah-ungguh orang jawa, (2) “LAKU PAPAT”
Laku Papat yang dimaksud yaitu ;
1. LEBARAN
“Lebaran” berasal dari kata “lebar” artinya selesai. Kata ini menandai berakhirnya ibadah puasa romadhon selama satu bulan. Selanjutnya setelah lebar atau menyelesaikan puasa romadhon, umat Islam diwajibkan untuk menyempurnakan ibadah puasanya dengan menunaikan ibadah sosial berupa zakat fitrah.
2. LEBURAN
Idul fitri juga bermakna “leburan” yang berasal dari kata “lebur” artinya luluh atau mencair. Secara istilah bermakna melebur. Artinya ketika seseorang telah melakukan luberan maka dosa-dosa antar sesama di leburkan. Kata ini juga bermakna meleburkan dosa-dosa atau diampuni dosa-dosa manusia selama mengerjakan ibadah puasa romadhon. Sehingga sampai pada hari raya idul fitri yang berarti kembali suci. Ada beragam ucapan kata-kata idul fitri yang disampaikan, yang intinya bermuara untuk saling mema’afkan meleburkan kesalahan sesama sehingga tinggal kebaikan. Mengucapkan permohonan ma’af termasuk adat yang luhur, sehingga hal ini menjadi tradisi yang baik.
3. LUBERAN
“Luberan” berasal dari kata “luber” yang artinya meluap atau melimpah. Luberan menjadi bagian makna dari idul fitri, sebab pada hari idul Fitri kita saling berharap luberan dari do’a ataupun luberan kebaikan sesama. Ada nilai- nilai untuk saling memohon do’a dan mendo’akan satu sama lain untuk mendapat luberan Rahmat dari Allah SWT.
4. LABURAN
Idul fitri memiliki arti “laburan” yang berarti pemutihan diri. Berasal dari kata “labur” atau kapur yang yang mensimbolkan warna putih. Bahwasanya umat Islam pada hari raya idul fitri memiliki simbol putih suci atau kembali pada fitrah kesucian.
