NYURANI

September 15, 2025

DAPOBUD-OPK: Ritus,

Bagi yang lahir di bulan Sura (selama 8 kali) Ruwatan merupakan upacara asal Jawa yang digunakan untuk membebaskan atau melepaskan seseorang anak dari hukuman atau kutukan yang membawa sial atau membahayakan.
Upacara ruwatan dilaksanakan untuk menghindari seorang anak dari marabahaya, seperti penyakit, kesialan, maupun hal-hal yang dianggap berasal dari karma buruk atau roh jahat.
Selain itu, pelaksanaan upacara ruwatan juga dilakukan untuk memperoleh berkah, ketenteraman jiwa, kesehatan, kedamaian, keselamatan, kebahagiaan, serta kesejahteraan.
Tradisi ruwatan juga ditujukan sebagai bentuk penyucian diri serta pembebasan dari kesialan hidup serta malapetaka. Masyarakat Jawa percaya jika orang-orang yang telah melakukan ruwatan akan bebas dari marabahaya dalam hidupnya.

Cara melaksanakan ruwatan yang biasa dilakukan orang Jawa. Prosesi siraman menggunakan air kembang setaman (bunga tujuh rupa), yang utamanya terdiri dari bunga kenanga, melati, dan mawar, untuk membersihkan badan manusia secara spiritual. Sesaji dan selamatan diadakan untuk memastikan keamanan dan keselamatan orang yang diruwat.

Secara umum, dalam proses upacara ruwatan, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi atau disebut sajen. Berikut ini makanan yang menjadi syarat ruwatan masyarakat Jawa dan maknanya.
✓ Nasi kuning, simbol rezeki yang berlimpah.
✓ Nasi golong, melambangkan rezeki yang bergantian.
✓ Tumpeng, untuk menyampaikan rasa syukur atas kenikmatan yang telah diberikan.
✓ Nasi kabuli, melambangkan harapan atau keinginan yang ingin dikabulkan.
✓ Bubur sengkolo, untuk mengusir atau menjauhkan kesialan.
✓ Jajan pasar, sebagai simbol rezeki yang melimpah dan jauh dari masalah.
✓ Rujak manis, sebagai simbol penafsiran.

Selain makanan-makanan tersebut, terdapat sejumlah benda yang biasa dijadikan sajen saat prosesi ruwatan, seperti bunga, padi, kain, dan sejumlah barang lainnya.
Setelah persyaratan-persyaratan atau sajen terpenuhi, maka dijalankan upacara ruwatan.
Berikut ini cara melaksanakan ruwatan yang biasa dilakukan orang Jawa :

  • Prosesi siraman menggunakan air kembang setaman (bunga tujuh rupa), yang utamanya terdiri dari bunga kenanga, melati, dan mawar, untuk membersihkan badan manusia secara spiritual.
  • Sesaji dan selamatan diadakan untuk memastikan keamanan dan keselamatan orang yang diruwat.
  • Penyerahan sarana, dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada orang yang ditimpa sial atau perlu diruwat.
  • Upacara potong rambut, sebagai simbol penghilangan hal-hal negatif.
  • Tirakatan, sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perlindungannya.
  • Pertunjukan wayang, sebagai simbol yang membawa makna dalam kehidupan