LAMARAN

September 15, 2025

DAPOBUD-OPK: Ritus,

Tahap-tahap Lamaran Adat Jawa

Untuk memperoleh restu dan melamar seorang gadis Jawa sebagai calon istri, terdapat serangkaian tahapan yang harus dilewati. Setiap tahapan ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa keluarga calon pengantin pria benar-benar berkomitmen dan bersedia menjalani pernikahan. Secara keseluruhan, berikut adalah rangkaian tahapan adat lamaran Jawa:

1. Congkong

Langkah awal dari lamaran Jawa adalah congkong. Congkong adalah tahapan di mana keluarga calon mempelai pria mengirimkan seorang utusan untuk mengunjungi keluarga calon mempelai wanita yang akan dinikahi. Dalam proses ini, keluarga mempelai pria akan melakukan tanya jawab dengan keluarga calon mempelai wanita.

Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk mendapatkan berbagai informasi tentang calon mempelai wanita, termasuk status pernikahan, kesiapan, dan faktor-faktor lainnya. Hal ini untuk memastikan apakah calon mempelai wanita memenuhi kriteria yang diinginkan oleh keluarga mempelai pria atau belum.

2. Salar

Setelah melalui prosesi congkong, utusan tersebut akan memberikan informasi tentang gadis dan keluarganya kepada keluarga pihak pria, untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan melanjutkan pertunangan atau tidak. Jika segalanya berjalan lancar, maka tahap berikutnya adalah salar.

Pada tahapan ini, perwakilan dari keluarga calon mempelai pria akan kembali ke rumah keluarga calon mempelai wanita untuk memastikan apakah gadis tersebut dapat dinikahkan dengan calon mempelai pria. Jika keluarga calon mempelai wanita menyetujuinya, maka prosesi akan melanjutkan ke tahapan berikutnya. Biasanya, orang yang menjadi perwakilan untuk prosesi congkong dan salar adalah orang yang sama.

3. Nontoni

Setelah pihak keluarga calon mempelai wanita memberikan persetujuan, langkah berikutnya adalah pertemuan antara calon pengantin yang disebut dengan nontoni. Pertemuan ini memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk mempertemukan kedua calon mempelai dan untuk memperkenalkan mereka kepada keluarga masing-masing.

Mengingat pada prosesi congkong dan salar zaman dahulu calon pengantin belum saling bertemu, maka saat nontoni inilah menjadi momen pertemuan pertama keduanya. Melalui proses ini, diharapkan bahwa kedua calon mempelai dapat saling mengenal dengan baik dan memahami satu sama lain secara lebih mendalam. Selain itu, pada prosesi ini kedua belah pihak juga akan membahas tentang tahapan selanjutnya dalam prosesi pernikahan adat Jawa. Acara nontoni biasanya berlangsung di rumah mempelai wanita.

4. Lamaran

Setelah melewati tahapan-tahapan pra-lamaran sebelumnya, tibalah pada momen inti ‘ngelamar’ yaitu prosesi tunangan adat Jawa. Pada tahapan ini, keluarga calon mempelai pria beserta kerabatnya mengunjungi rumah calon mempelai wanita. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk melakukan lamaran secara resmi atau bertunangan.

Prosesi ngelamar ini memiliki makna penting dalam memperkuat kesepakatan dan persetujuan antara kedua keluarga, serta sebagai tahap resmi sebelum melanjutkan ke prosesi pernikahan selanjutnya. Selain prosesi tukar cincin, pada tahapan ini kedua keluarga juga akan membahas persiapan pernikahan secara menyeluruh.

Biasanya pada tahap ini lah kedua keluarga bermusyawarah untuk menentukan tanggal pernikahan, memilih lokasi acara, serta membahas detail-detail lainnya. Dalam tradisi adat Jawa, penentuan tanggal pernikahan didasarkan pada perhitungan weton dengan aturan dan ketentuannya. Kedua keluarga akan secara teliti menghitung weton dan memilih tanggal yang dianggap baik untuk melangsungkan pernikahan. Tujuannya adalah agar kehidupan rumah tangga calon pengantin berjalan lancar dan harmonis