Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kalurahan Sidoluhur berikan insentif kepada 194 Pengurus Lembaga dan Kader sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam mendukung kelancaran pemerintahan di Kalurahan baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

Bersamaan dengan momen Buka Puasa Bersama, dalam sambutannya Lurah Sidoluhur, Hernawan Zudanto, S.E. mengucapkan terimakasih khususnya kepada segenap Pengurus Lembaga, Rois, Kader dan Guru PAUD atas dedikasi dan pengabdiannya untuk Sidoluhur. “kami Pemerintah Kalurahan menyadari, tanpa dukungan dan bantuan dari Bapak Ibu tentu kami tidak bisa menjalankan tugas pemerintahan dengan maksimal. Semoga sinergitas bersama membangun Desa bisa terus terjalin dan meningkat.”

Adapun insentif pada tahun 2025 diterimakan kepada 44 kader PKK, 37 Kader Posyandu, 33 Kader PPKBD, 23 Rois dan 24 Guru PAUD. Lurah juga berharap Insentif yang diterimakan bukan dilihat dari jumlahnya, melainkan sebagai wujud perhatian dan apresiasi pemerintah Kalurahan. “Semoga sedikit pemberian Insentif dapat bermanfaat khususnya menjelang hari raya Idul Fitri mendatang.” Imbuhnya

Penyerahan insentif ini dilakukan secara simbolis langsung oleh Lurah Sidoluhur dengan didampingi kamitua kepada perwakilan pengurus lembaga dan kader. Acara diakhiri dengan tausiah pengajian dari Ustadz Raka Fadel Devarsa Pahlawan, Direktur Pondok Pesantren Modern Ayatuna DIY dan Pengajar Quran di Rumah Quran
____________________________________
#KalurahanSidoluhur
#KapanewonGodean
#KabupatenSleman
#PemerintahKalurahanSidoluhur

One thought on “Jelang Lebaran Pengurus Lembaga dan Kader Sidoluhur Terima Insentif Pengabdian”
  1. artikel mengenai pencairan insentif pengabdian bagi pengurus lembaga dan kader di Kalurahan Sidoluhur menjelang Hari Raya Idulfitri ini menyoroti manajemen kompensasi non-pasar (non-market compensation) dan strategi stimulus daya beli musiman di tingkat tapak.

    Secara teori ekonomi, para kader kesehatan, pengurus lembaga, dan sukarelawan desa sering kali beroperasi dalam ranah unpaid care work atau sektor pengabdian sosial yang nilai ekonominya tidak dihitung berdasarkan hukum pasar standar (suplai dan permintaan). Pemberian insentif ini, meskipun nominalnya bersifat stimulan, merupakan bentuk internalisasi eksternalitas positif oleh Pemerintah Kalurahan. Pemerintah mengakui nilai ekonomi dari jasa pelayanan yang telah diberikan para kader—seperti penurunan angka stunting, administrasi warga, dan kohesi sosial—yang jika dinilai dengan standar upah profesional akan membutuhkan biaya anggaran yang jauh lebih besar.

    Dari sudut pandang ekonomi makro dan perilaku konsumen, pemilihan momentum pencairan “jelang Lebaran” memiliki dampak multiplier effect (efek pengganda) yang sangat strategis bagi perekonomian domestik. Pada periode menjelang Idulfitri, tingkat inflasi musiman dan kebutuhan likuiditas rumah tangga melonjak tajam akibat meningkatnya konsumsi pokok. Suntikan dana tunai (cash injection) melalui alokasi APBKal ini langsung masuk ke kantong para kader dan segera dibelanjakan di pasar tradisional atau warung-warung lokal sekitar Sidoluhur. Langkah ini secara efektif menjaga kestabilan konsumsi rumah tangga, meringankan beban ekonomi musiman para abdi masyarakat, sekaligus menggerakkan roda perputaran uang di sektor riil tingkat desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *