Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Luhur Berseri sebagai ujung tombak pengelolaan sampah Bumkal Luhur Sembada, terus berusaha berinovasi melakukan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas anggota. Selain pembahasan koordinasi, pertemuan rutin juga dapat dikemas dengan pelatihan-pelatihan tematik.
Pada Hari Jumat, Tanggal 15 Juli 2022 Pukul 13.57 wib s/d 16.00 WIB, KSM Luhur Berseri mengadakan pertemuan rutin sekaligus pelatihan pembuatan Eco Enzyme. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kalurahan Sidoluhur.
selengkapnya di www.sidoluhur.desa.id

Dari perspektif ilmu lingkungan dan ekonomi ekologis, pelaksanaan pelatihan pembuatan eco-enzyme bagi kader Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) “Luhur Berseri” merupakan langkah strategis untuk menerapkan prinsip waste-to-resource (mengubah sampah menjadi sumber daya) di tingkat rumah tangga. Eco-enzyme—cairan multiguna hasil fermentasi limbah organik dapur (seperti sisa buah dan sayuran) dengan gula dan air—menjadi salah satu solusi praktis untuk mengurangi beban ekologis di tingkat tapak.Pelatihan berbasis pemanfaatan limbah ini memegang peranan krusial dari sudut pandang pemulihan lingkungan melalui beberapa dimensi berikut:Reduksi Sampah Organik dari Sumbernya (Source Reduction): Sampah organik mendominasi lebih dari 50% total volume timbulan sampah di sebagian besar wilayah Indonesia, yang jika membusuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa oksigen akan menghasilkan gas metana ($CH_4$), sebuah gas rumah kaca yang jauh lebih kuat memicu pemanasan global dibanding karbon dioksida ($CO_2$). Mengolah sisa dapur menjadi eco-enzyme secara langsung memotong jalur sampah ke TPA, mengurangi pencemaran lindi (air sampah), dan menekan emisi gas rumah kaca berbahaya.Substitusi Bahan Kimia Sintetis (Eco-Friendly Substitution): Cairan eco-enzyme kaya akan enzim alami dan asam asetat yang memiliki sifat disinfektan, pembersih, dan penyubur. Dengan melatih kader untuk memproduksi cairan ini secara mandiri, masyarakat didorong untuk mengurangi ketergantungan pada produk pembersih kimia sintetis, detergen, dan pupuk kimia komersial. Hal ini secara signifikan menurunkan polusi kimia beracun yang masuk ke saluran air domestik dan merusak ekosistem sungai.