Pemerintah Kalurahan Sidoluhur mendorong regenerasi Pranata Adicara Untuk itu, digelar pelatihan pranata adicara bagi pemuda. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta mayoritas remaja yang ada di wilayah Sidoluhur.

Acara pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka langsung oleh Lurah Sidoluhur, Hernawan Zudanto, S.E. Beliau menyampaikan harapannya agar generasi muda dapat terus melestarikan budaya Jawa, terutama dalam bidang pranata acara, yang sangat penting untuk berbagai kegiatan formal maupun adat di masyarakat.

Agar peserta memiliki kemampuan yang mumpuni, dihadirkan pemateri yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pengetahuan dasar mengenai pranata acara, bagaimana adab, tata bahasa, dan keterampilan komunikasi yang harus dikuasai dalam memandu sebuah acara formal dengan baik yang disampaikan oleh Rahmat, S.S., M.A. Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jawa, FKIP Universitas Sebelas Maret.

Memasuki hari kedua, pelatihan lebih mendalam ke aspek penggunaan busana Jawa yang tepat. Peserta diajarkan pemateri kedua KRT. Dr. Ir. Arif Bintoro Johan, M.Pd., MCE. (Ki Abeje Janoko) mengenai cara memakai busana tradisional Jawa dengan benar, yang tidak hanya sekadar tentang penampilan, namun juga membawa filosofi tersendiri dan pakem budaya jawa

Diharapkan dengan adanya pelatihan dalam dua hari ini peserta mampu menjadi pranata acara yang andal dan siap untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal terutama pada kegiatan desa
____________________________________
#KalurahanSidoluhur
#KapanewonGodean
#KabupatenSleman
#PemerintahKalurahanSidoluhur

One thought on “Pelatihan Pranata Adicara Generasi Muda Sidoluhur Tahun 2024”
  1. artikel mengenai Pelatihan Pranata Adicara bagi generasi muda di Kalurahan Sidoluhur tahun 2024 ini menyoroti aspek pembentukan identitas budaya (cultural identity), peningkatan efikasi diri (self-efficacy), dan reduksi kecemasan berbicara di depan umum (public speaking anxiety).

    Secara teori psikologi perkembangan dan sosial, masa muda merupakan fase krusial dalam pencarian jati diri dan internalisasi nilai-nilai kelompok. Melalui pelatihan pranata adicara (pembawa acara adat Jawa), generasi muda tidak sekadar mempelajari keterampilan teknis berbahasa, melainkan mengalami proses internalisasi nilai budaya adiluhung. Keterlibatan aktif ini menumbuhkan rasa kepemilikan kultural yang kuat, yang berfungsi sebagai jangkar psikologis di tengah arus modernisasi. Memiliki identitas budaya yang kokoh terbukti secara psikologis meningkatkan harga diri (self-esteem) dan memberikan perasaan bermakna (sense of belonging) di dalam struktur sosial masyarakatnya.

    Dari sudut pandang psikologi kognitif dan perilaku, pelatihan ini merupakan intervensi efektif untuk membangun kompetensi komunikasi interpersonal. Berbicara dalam bahasa Jawa ragam krama inggil di hadapan publik sering kali memicu kecemasan sosial yang tinggi bagi anak muda. Melalui bimbingan yang terstruktur, simulasi, dan dukungan dari lingkungan kelompok sebaya (peer support), para peserta mengalami proses desensitisasi sistematis terhadap rasa takut salah. Keberhasilan menguasai materi yang rumit ini meningkatkan efikasi diri secara signifikan. Rasa percaya diri yang terbangun tidak hanya membuat mereka siap berkontribusi dalam upacara-upacara adat di desa, tetapi juga membentuk ketahanan mental (psychological resilience) yang adaptif untuk tantangan komunikasi di dunia profesional maupun kehidupan sosial sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *