Kamis, 19 September 2024 Padukuhan Tebon mengadakan sosialisasi padat karya Corblok Jalan Tebon RT 004 yang dilaksanakan di rumah Dukuh Tebon, Megandi. Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bapak H. Harda Kiswaya, SE, M.Si Mantan Sekda Kabupaten Sleman, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, H. Koeswanto, S.IP. DPRD DIY, Lurah Sidoluhur dan Bhabinkamtibmas.

Program padat karya ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat setempat dengan memberikan stimulan berupa semen dan upah tenaga kerja. Sebanyak 26 orang tenaga kerja lokal akan terlibat dalam program ini selama 20 hari dengan tenaga tidak ada batas usia dan diutamakan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau sedang menganggur

Acara sosialisasi ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pembangunan lokal. Dengan kerja sama antara berbagai pihak, diharapkan Padukuhan Tebon akan mengalami perkembangan positif terutamanya dalam peningkatan ekonomi dan kualitas infrastruktur.

Warga dan tokoh masyarakat terlihat antusias mendengarkan pemaparan mengenai program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan produktif ini. Sosialisasi diakhiri dengan arahan dan beberapa masukan dari Bapak Harda Kiswaya.
____________________________________
#KalurahanSidoluhur
#KapanewonGodean
#KabupatenSleman
#PemerintahKalurahanSidoluhur

2 thoughts on “Sosialisasi Padat Karya di Padukuhan Tebon”
  1. Artikel ini sangat bermanfaat karena membahas sosialisasi program padat karya yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari sudut pandang ekonomi dan bisnis, program ini sangat penting karena mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta mendorong pembangunan desa. Selain itu, kegiatan ini juga memberdayakan masyarakat agar lebih produktif dan mandiri. Menurut saya, program seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

  2. artikel mengenai sosialisasi program Padat Karya di Padukuhan Tebon ini menyoroti aspek stimulus fiskal tingkat tapak, penciptaan lapangan kerja temporer, dan pembangunan aset modal publik (public capital expenditure).

    Secara teori ekonomi makro dan ketenagakerjaan, program Padat Karya merupakan bentuk intervensi kebijakan fiskal ekspansif yang dirancang untuk menyuntikkan likuiditas langsung ke dalam perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dalam pembangunan infrastruktur desa, program ini secara langsung menciptakan lapangan kerja baru di sektor informal. Pendapatan yang diterima oleh warga pekerja dalam bentuk upah tunai harian atau mingguan akan menaikkan pendapatan disposibel (disposable income) rumah tangga mereka, yang pada gilirannya akan mendongkrak daya beli masyarakat setempat.

    Dari sudut pandang ekonomi pembangunan, program ini menghasilkan dua dampak positif sekaligus (double-dividend). Pertama, upah yang dibayarkan langsung berputar di pasar lokal Kalurahan Sidoluhur melalui konsumsi barang kebutuhan pokok (multiplier effect). Kedua, infrastruktur fisik yang dibangun melalui Padat Karya ini—seperti jalan lingkungan, saluran irigasi, atau talud—merupakan investasi aset produktif jangka panjang. Infrastruktur yang lebih baik akan menurunkan biaya logistik warga, memperlancar mobilitas ekonomi lokal, dan menaikkan efisiensi produktivitas sektor pertanian atau UMKM di wilayah Padukuhan Tebon untuk masa-masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *