Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berkah Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY melaksanakan kegiatan Bedah Buku dengan judul “Kelola Sampah Jadi Berkah” bertempat di Balai Kalurahan Sidoluhur pada Kamis, 26 September 2024
Bedah buku ini membahas tentang cara yang bisa ditempuh masyarakat untuk mengubah sampah yang semula hanya bisa dibuang, menjadi bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis. Gelaran bedah buku ini mendapatkan dukungan sepenuhnya dari DPRD DIY.
Anggota DPRD DIY Sofyan Setyo Darmawan, S.T., M.Eng menuturkan tema yang diangkat sangat relevan karena Kota Jogja hingga saat ini masih berkutat dengan persoalan sampah. Buku ini bisa menjadi panduan bagi masyarakat untuk bisa menjadikan sampah memiliki nilai ekonomis.
Dalam sambutannya Lurah Sidoluhur, Hernawan Zudanto S.E. berharap dengan diadakannya acara semacam ini dapat menumbuhkan minat baca masyarakat dan masyarakat bisa mempraktekan ilmu yang didapatkannya.
Bedah Buku dihadiri oleh 120 tamu undangan berasal dari masyarakat Sidoluhur. Acara ini merupakan salah satu upaya eksekutif bersama DPRD DIY untuk memeratakan literasi dan meningkatkan kegemaran membaca di kalangan masyarakat sekaligus mempertahankan predikat Kota Pelajar di Kota Jogja.
Pemberian materi yang disertai sesi diskusi dan pemberian buku gratis ini cukup menjadi penarik bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan bedah buku. Di satu sisi, masyarakat ikut membantu pemerintah dalam mengurangi persoalan sampah. Di sisi lain, masyarakat juga mendapatkan keuntungan dari upaya mengelola sampah.
____________________________________
#KalurahanSidoluhur
#KapanewonGodean
#KabupatenSleman
#PemerintahKalurahanSidoluhur

artikel mengenai kegiatan bedah buku di Kalurahan Sidoluhur ini menyoroti aspek stimulasi kognitif, pembentukan literasi kritis (critical literacy), dan penguatan modal psikologis (psychological capital) masyarakat melalui ruang diskusi publik.
Secara teori psikologi kognitif, aktivitas bedah buku dan diskusi interaktif berfungsi sebagai sarana latihan mental (cognitive exercise) yang memperkaya struktur skema berpikir individu. Saat peserta mendengarkan pemaparan, memproses argumen, dan merespons isi buku, area otak yang mengatur fungsi eksekutif—seperti penalaran logis, analisis kritis, dan pengambilan keputusan—aktif distimulasi. Proses ini membantu memperluas cakrawala mental, melatih individu untuk melihat sebuah fenomena dari berbagai sudut pandang (fleksibilitas kognitif), serta mereduksi bias konfirmasi (confirmation bias) yang sering muncul akibat minimnya paparan informasi berkualitas.