Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti kediaman Bapak Jaiman di Padukuhan Krajan. Rumah beliau menjadi saksi dalam acara Doa Bersama Persiapan Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Kegiatan doa bersama ini digelar sebagai bentuk permohonan spiritual agar seluruh tahapan pembangunan dan renovasi rumah milik warga yang mendapatkan bantuan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tanpa kendala suatu apa pun.

Acara ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh yang akan mengawal kesuksesan program BSPS di lapangan. Di antaranya adalah: Lurah Sidoluhur, Tim Pendamping Lapangan (TFL) BSPS, Dukuh Krajan, Rois Krajan serta 17 Warga Penerima Manfaat BSPS.

Dalam sambutannya, Lurah Sidoluhur Hernawan Zudanto, S.E. menekankan bahwa esensi utama dari BSPS bukan sekadar bantuan fisik materi, melainkan bagaimana menghidupkan kembali roh swadaya dan gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran TFL diharapkan dapat membantu 17 warga penerima manfaat dalam mengeksekusi dana stimulan ini secara efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Setelah pemaparan teknis singkat dari TFL BSPS, acara dilanjutkan dengan inti kegiatan, yaitu panjatan doa yang dipimpin oleh Rois Krajan. Keheningan doa bersama ini merefleksikan harapan besar warga agar rumah-rumah yang nantinya dibangun dapat menjadi hunian yang berkah, sehat, dan nyaman bagi keluarga.

Tuan rumah acara Bapak Jaiman, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Rumah beliau yang menjadi lokasi acara juga merupakan salah satu dari 17 titik yang akan menerima manfaat program ini.
Dengan selesainya agenda doa bersama ini, dalam waktu dekat, proses pembenahan fisik rumah swadaya dinyatakan siap dimulai secara bertahap.
______________________
#KalurahanSidoluhur
#KapanewonGodean
#KabupatenSleman
#PemerintahKalurahanSidoluhur

Dari perspektif sosiologi komunitas dan studi kesejahteraan sosial, publikasi mengenai doa bersama menjelang pelaksanaan program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) di Kalurahan Sidoluhur merupakan dokumentasi atas integrasi aspek kultural-religius dengan kebijakan pembangunan infrastruktur fisik. BSPS, atau yang populer dikenal sebagai program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), didekati secara sosiologis bukan sekadar proyek konstruksi teknis, melainkan sebuah gerakan sosial yang menyentuh pemenuhan hak dasar atas hunian yang layak.
Pelaksanaan kegiatan doa bersama sebagai penanda dimulainya program kesejahteraan sosial ini memegang peranan krusial melalui beberapa dimensi sosiologis berikut:
Sinergi Nilai Spiritual dan Keberhasilan Kebijakan Publik: Tradisi menyelenggarakan doa bersama sebelum pelaksanaan program fisik mencerminkan karakteristik sosiologis masyarakat perdesaan yang menempatkan transendensi agama sebagai fondasi keselamatan dan kelancaran program. Langkah ini berfungsi membangun kesiapan mental, harmoni psikososial, dan komitmen bersama antara pemangku kebijakan (Pamong Kalurahan) dengan para warga penerima manfaat (beneficiaries).