Tim Penggerak (TP) PKK Kalurahan Sidoluhur bersinergi bersama Puskesmas Godean Satu menggelar Sosialisasi PMBA (Pemberian Makan Pada Bayi dan Anak) pada Pertemuan Rutin PKK Selasa, 1 Oktober 2024
Acara yang berlangsung di Pendopo Kalurahan Sidoluhur ini merupakan ketugasan dari Pokja 4 PKK Sidoluhur. Selain materi tentang PMBA dilaksanakan juga praktik membuat menu makan bagi Balita atau MPASI (Makanan Pendamping ASI) dengan isian yang disampaikan oleh Nutrisionis Puskesmas Godean Satu, Ibu Irna Agustina.
Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang makanan pendamping ASI yang bisa dibuat dengan bahan alami, serta ibu-ibu Kader bisa menerapkan dalam pemberian PMT kepada balita pada saat kegiatan posyandu balita.
____________________________________
#KalurahanSidoluhur
#KapanewonGodean
#KabupatenSleman
#PemerintahKalurahanSidoluhur

artikel mengenai kegiatan praktik pembuatan menu Makanan Pendamping ASI (MPASI) oleh Tim Penggerak PKK Kalurahan Sidoluhur ini menyoroti aspek psikologi perkembangan anak (khususnya pertumbuhan kognitif awal), efikasi diri ibu (maternal self-efficacy), dan penguatan dukungan sosial sejawat (peer support).
Secara teori psikologi perkembangan, pemenuhan gizi seimbang pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fondasi mutlak bagi perkembangan otak (neurodevelopment) dan kemampuan kognitif anak. Kekurangan nutrisi mikro dan makro pada masa kritis ini tidak hanya berdampak pada fisik (stunting), tetapi juga mengganggu proses sinaptogenesis (pembentukan koneksi antar-sel otak) yang mengatur fungsi eksekutif, memori, dan regulasi emosi anak di masa depan. Pelatihan MPASI yang difasilitasi oleh PKK ini secara langsung mengintervensi ekosistem perkembangan anak di tingkat domestik dengan memastikan orang tua memiliki pengetahuan kognitif yang memadai untuk mendukung kapasitas tumbuh kembang psikologis anak secara optimal.
Dari sudut pandang psikologi kognitif-perilaku dan pengasuhan, kegiatan praktik langsung (hands-on learning) ini sangat efektif dalam meningkatkan efikasi diri para ibu atau pengasuh. Mengolah makanan bayi yang sehat, bervariasi, dan disukai anak sering kali menjadi sumber kecemasan dan stres tersendiri bagi seorang ibu (parenting stress). Dengan mempraktikkan langsung cara pembuatan menu bersama-sama, para ibu mengalami proses observational learning yang dapat meruntuhkan rasa ketidakberdayaan atau ketakutan akan kegagalan pengasuhan.