Suasana Balai Kalurahan Sidoluhur mendadak berubah menjadi dapur raksasa yang penuh warna pada Jumat, 27 Februari 2026. Agenda Ngabuburit Dapur Ramadhan yang diinisiasi oleh tim Sedap Bumbu Kaldu sukses menyulap Balai Pendopo Kalurahan Sidoluhur menjadi pusat perhatian.

Kegiatan yang memadukan konsep live cooking ini menghadirkan suasana ngabuburit yang berbeda dari biasanya. Menu Spesial dengan Sentuhan Bumbu Kaldu. Sesuai namanya, bintang utama dalam acara ini adalah deretan menu buka puasa yang diolah menggunakan racikan Sedap Bumbu Kaldu. Mulai dari Kreseng Sapi yang kaya rempah hingga tumisan khas nusantara, semuanya dimasak langsung di lokasi oleh Kader PKK Sidoluhur.

Ibu-ibu PKK nampak antusias menyimak tips mengolah bahan masakan sederhana menjadi hidangan mewah hanya dengan modal bumbu kaldu yang tepat dan praktis yang disampaikan oleh Chef Tolok
Lurah Sidoluhur, Hernawan Zudanto, S.E. yang turut hadir memantau keseruan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif untuk mengisi waktu menunggu berbuka. “Dapur Ramadhan ini bukan cuma soal makan enak, tapi soal silaturahmi. Kader berkumpul, tertawa, dan pulang membawa ilmu memasak baru untuk dipraktikkan di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Suasana semakin meriah dengan adanya diorprize berhadiah kompor dan alat masak lainnya bagi Kader yang beruntung. Acara ditutup dengan pembagian 150 paket takjil siap santap kepada kader kalurahan dan padukuhan.
_________________________________
#KalurahanSidoluhur
#KapanewonGodean
#KabupatenSleman
#PemerintahKalurahanSidoluhur

Inisiatif Dapur Ramadhan di Balai Sidoluhur merupakan strategi ekonomi mikro yang sangat efektif untuk menstimulasi daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga di tingkat lokal. Dengan memusatkan aktivitas perdagangan di balai desa, pemerintah kalurahan berhasil menciptakan ekosistem pasar kaget yang tertata, yang tidak hanya menguntungkan pelaku UMKM dalam meningkatkan omzet harian, tetapi juga memudahkan konsumen mendapatkan kebutuhan berbuka puasa. Secara lebih luas, kegiatan ini menunjukkan bagaimana aset publik dapat dioptimalisasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi musiman yang inklusif. Selain memberikan dampak finansial yang nyata, acara ini juga memperkuat sirkulasi uang di dalam desa sendiri (local money circulation), sehingga kemeriahan spiritual Ramadan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi para pedagang lokal.