BROKOHAN

September 15, 2025

DAPOBUD-OPK: Ritus,

Brokohan adalah Tradisi brokohan adalah sebuah upacara adat yang dilaksanakan beberapa saat setelah kelahiran bayi, berupa bancaan atau selamatan. Di sisi maknanya, brokohan mengandung harapan akan keberkahan dari Sang Pencipta. Akar kata “brokohan”
berasal dari bahasa Arab, yaitu “barokah” yang artinya adalah ‘mengharapkan berkah’.

Dengan demikian, brokohan dalam Tradisi Jawa menjadi sebuah acara yang diadakan saat seorang ibu melahirkan anak.

Selamatan Brokohan ini berupa; telur ayam mentah, gula jawa setengah tangkep, kelapa setengah buah, dawet dan kembang brokohan yaitu mawar, melati dan kantil. Upacara ini dilaksanakan segera setelah bayi lahir dan dihadiri oleh si ibu, suami, keluarga, dukun, pinisepuh dan putra-putri famili. Upacara permohonan agar bayi menjadi anak baik yang dimulai dengan penanaman ari-ari dan penyediaan sesaji brokohan yang dibagikan
kepada tetangga.

Golongan bangsawan:
dawet, telur mentah, jangan menir, sekul ambeng, nasi dengan lauk, jeroan kerbau, pecel dengan lauk ayam, kembang setaman, kelapa dan beras.

Golongan rakyat biasa:
nasi ambengan yang terdiri dari nasi jangan, lauk pauknya, peyek, sambel goreng, tempe, mihun, jangan menir dan pecel ayam.

Terdapat makanan pantangan yaitu sambal, sayur bersantan, telur ikan tawar dan telur asin.