Dalam rangka Penguatan dan Pengembangan Kapasitas Forum Anak Kalurahan Sidoluhur, Pemerintah Kalurahan Sidoluhur melalui Kamitua bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman selenggarakan Pembinaan selama dua hari pada Jumat, 4 Juli 2025 sampai dengan Sabtu, 5 Juli 2025 bertempat di Balai Pendopo Kalurahan Sidoluhur

Sebanyak 35 anak yang merupakan pengurus dan anggota Forum Anak Sidoluhur, hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi oleh Narasumber dari Fasilitator Forum Anak Kabupaten Sleman. Kegiatan Pengembangan Kapasitas ini merupakan kegiatan usulan dari Pemerintah Kalurahan Sidoluhur melalui pagu PUPM 

Setiap tahun peningkatan kapasitas ini dilaksanakan dengan tema berbeda dan pada tahun ini mengusung tema pelatihan komunikasi. Sesuai dengan tema tersebut, anak anak dilatih dan diberikan materi seputar Public Speaking, Sikap, Ekspresi dan lainnya. Materi ini di sampaikan oleh narasumber yang merupakan seorang profesional MC dan presenter.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah skill kompetensi dan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dalam berbicara di depan umum. Harapannya dengan keterampilan ini anak-anak dapat semakin aktif dalam pembangunan Kalurahan Sidoluhur yang partisipatif dan berkelanjutan. 

____________________________________

#KalurahanSidoluhur

#KapanewonGodean 

#KabupatenSleman

#PemerintahKalurahanSidoluhur

One thought on “Penguatan dan Pengembangan Kapasitas Forum Anak Kalurahan Sidoluhur”
  1. artikel mengenai kegiatan penguatan dan pengembangan kapasitas Forum Anak Kalurahan Sidoluhur ini menyoroti fasilitasi terhadap perkembangan psikososial remaja serta pembentukan agensi diri (personal agency) sejak usia dini.

    Secara psikologis, masa anak-anak akhir dan remaja merupakan fase krusial dalam pencarian identitas diri (identity versus role confusion). Melalui wadah Forum Anak ini, mereka diberikan ruang aman untuk mengeksplorasi peran sosial, belajar mengartikulasikan pendapat, serta terlibat dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi komunitasnya. Keterlibatan aktif ini sangat efektif untuk meningkatkan efikasi diri (self-efficacy) dan kecerdasan emosional mereka, di mana anak-anak belajar berempati, bernegosiasi, dan mengelola dinamika kelompok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *